Jumat, 11 Januari 2019

Analisis Jurnal tentang PT Indo Veneer Utama Karanganyar


Analisis PT Indo Veneer Utama Karanganyar

Strategi Pemasaran Global Studi Kasus Di PT Indo Veneer Utama Karanganyar

Strategi pemasaran global yang dilakukan oleh PT Indo Veneer Utama Karanganyar, segmentsai pasar global, serta berbagai hambatan yang dihadapi PT Indo Veneer Utama Karanganyar dalam proses pemasaran global, yaitu strategi pemasaran global yang dilakukan dengan cara advertising/periklanan, membuat website, pameran dagang, promosi penjualan. Segmentasi pasar dari PT Indo Veneer Utama Karanganyar adalah broker yang menjadi jalan masuk produk dari PT Indo Veneer Utama Karanganyar. Hambatan yang dialami dalam strategi pemasaran adalah kurangnya SDM handal dan tingginya harga dalam proses promosi. Saran yang dapat penulis berikan pada PT Indo Veneer Utama adalah harus lebih aktif dalam mengikuti pameran dagang maupun misi dagang,dalam strategib pemasaran sebaiknya ditambahkan dengan cara personal selling supaya dapat lebih efektif dalam proses pemasaran,serta harus lebih berinovasi dalam menciptakan prosuk yang akan dipasarkan.

Sumber : https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/31333/Strategi-Pemasaran-Global-Studi-Kasus-Di-PT-Indo-Veneer-Utama-Karanganyar

E-MARKETING


Pengertian E-Marketing

Pengertian tentang E-Marketing menurut Armstrong dan Kottler (2004:74) adalah sebagai berikut: E-Marketing is the marketing side of E-Commerce, it consists of company efforts to communicate abaout, promote and sell products and services over the internet. Yang bisa diartikan sebagai berikut: E-Marketing adalah sisi pemasaran dari E-Commerce, yang terdiri dari kerja dari perusahaan untuk mengkomunikasikan sesuatu, mempromosikan, dan menjual barang dan jasa melalui internet.

Menurut American Marketing Association yang dikutip oleh Kleindl dan Burrow (2005) marketing adalah proses perencanaan dan pelaksanaan dari ide atau pemikiran konsep, harga, promosi dan distribusi. Marketing dapat diartikan lebih sederhana yakni pembangunan dan pemeliharaan hubungan yang saling memuaskan antara perusahaan dan konsumen.

Saat ini marketing telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Aktivitas marketing menjadi lebih luas dengan adanya internet. Penggunaan internet dan fasilitas yang ada di dalam internet untuk melakukan aktivitas marketing dikenal sebagai e-marketing (Kleindl dan Burrow, 2005).

Menurut Boone dan Kurtz (2005) e-marketing adalah salah satu komponen dalam e-commerce dengan kepentingan khusus oleh marketer, yakni strategi proses pembuatan, pendistribusian, promosi, dan penetapan harga barang dan jasa kepada pangsa pasar internet atau melalui peralatan digital lain.

Sedangkan menurut Strauss dan Frost (2001) e-marketing adalah penggunaan data dan aplikasi elektronik untuk perencanaan dan pelaksanaan konsep, distribusi, promosi, dan penetapan harga untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi.

Studi Kasus Menerapkan Email Marketing Untuk Toko Online Di Instagram atau Facebook

Studi kasus ini datang dari Flanelshop Indonesia. Sebuah toko online yang khusus menjual kain flanel dan peralatan yang dibutuhkan untuk membuat kreasinya.

Flanelshop Indonesia memang mempunyai website, tetapi untuk studi kasus penerapan email marketing untuk toko online kali ini kita fokuskan hanya di Instagram dan Facebook saja.


Cara yang dilakukan oleh Flanelshop Indonesia sangatlah sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk Anda.

[1] Membuat lead magnet

Cara pertama yang dilakukan adalah membuat lead magnet. Mereka menjadikan pola gratis sebagai lead magnetnya. Pola gratis ini nantinya digunakan sebagai bahan barter dengan alamat email. Sehingga pihak Flanelshop Indonesia mendapatkan alamat email, sedangkan yang mendownload mendapatkan pola gratis.

Anda bisa menggunakan cara lainnya seperti ebook, kupon diskon, video, dll sebagai lead magnetnya.

[2] Menggunakan Landing Page dari KIRIM.EMAIL

Langkah berikutnya adalah membuat landing page. Diawal kami sudah bilang bahwa untuk studi kasus ini Flanelshop Indonesia tidak menggunakan website.

Untuk membuat landing page ini bisa Anda pakai fitur yang ada di KIRIM.EMAIL yang bernama Landing Page Builder.

Keunggulannya kita bisa membuat landing page yang menarik dan responsive tanpa perlu menyediakan hosting dan domain. Kita tinggal pakai dan publish saja.

[3] Menggunakan aplikasi short url

Berikutnya setelah landing page jadi adalah dengan membuat url baru dengan aplikasi short url seperti bit.ly atau goo.gl. Tujuannya adalah untuk memperpendek url supaya mudah dihafalkan dan untuk menyembunyikan url aslinya.

[4] Memposting & mempromosikannya di Instagram dan Facebook

Untuk Facebook mungkin sudah banyak yang tahu cara ini. Anda tinggal share lead magnet Anda beserta halaman untuk mendowloadnya. Selesai. Karena secara default Facebook bisa mengenerate link yang kita bagikan di sana.

Namun berbeda dengan Instagram. Di Instagram Anda memang bisa menempatkan link di setiap post. Namun ketika akan di klik maka link tersebut hanya berupa teks yang tidak bisa di klik. Untuk membukanya harus dengan copy-paste.

Dan satu-satunya cara untuk menempatkan link adalah dibagian pengaturan profilenya. Maka dari itu Anda perlu menulis bagian bio di Instagram sedemikian rupa supaya orang tahu kalau disitu ada link.

Perkembangan Peranan Hubungan Masyarakat Dalam Komunikasi Pemasaran Global

Para profesional humas dengan tanggung jawab internasional mereka harus mampu melampaui hubungan media dan melayaninya lebih dari sekedar sebagai corong perusahaan, mereka dituntut untuk secara bersama-sama membangun konsensus dan pemahaman, menciptakan kepercayaan dan harmoni, pandai bicara dan mempengaruhi opini publik, mengantisipasi konflik dan menyelesaian perselisisihan.

Salah satu konsep dasar dari praktik humas adalah mengetahui siapa yang menjadi pendengar atau pemirsa. Bagi praktisi humas global, ini berarti mengetahui pemirsa di negara asal dan negara tuan rumah. Untuk itu, dibutuhkan keahlian khusus termasuk kemampuan berkomunikasi dalam bahasa negara tuan rumah dan akrab dengan adat istiadat lokal.

Strategi Komunikasi Pemasaran Global
Ø  Sebuah organisasi harus mengadaptasikan pesan eksternalnya agar bisa sesuai dengan kondisi negara lokal atau regional. Kebijakan standarisasi sukar dituntaskan karena menyangkut pertimbangan strategik dan kemampuan memahami lingkungan global secara komprehensif.
Ø  Masing-masing merek perusahaan harus memiliki kepribadian merek yang kuat sehingga berhasil menciptakan identifikasi global dan nilai merek superior yang mampu melintasi berbagai budaya yang berbeda. 

Sumber :
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/e-marketing-electronic-marketing.html
https://kirim.email/studi-kasus-menerapkan-email-marketing-untuk-toko-online-di-instagram-atau-facebook/
http://manajemen-l.blogspot.com/2011/04/komunikasi-pemasaran-global.html

Selasa, 04 Desember 2018

ANALISIS STRATEGI DALAM STRATEGI PERSAINGAN GLOBAL : ANALISIS INDUSTRI, KEUNGGULAN KOMPETITIF, PERSAINGAN GLOBAL DAN KEUNGGULAN KOMPETITIF NASIONAL


Analisis dalam Strategi Persaingan Global : Analisis Industri

PENDAHULUAN

Suatu industri berbeda antara satu dan lainnya didasarkan atas karekteristik ekonomi, situasi persaingan, dan prospek perkembangannya di masa datang. Tingkat perubahan berbagai faktor seperti teknologi, ekonomi, pasar dan persaingan akan bergerak dalam satu range tetentu mulai dari yang lambat sampai dengan yang cepat. Analisis industri dan persaingan akan menggunakan alat dan teknik tertentu bagi perusahaan untuk dapat menyesuaikan dengan perubahan dan kemudian membentuk kekuatan dalam menghadapi persaingan.

Pengertian industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang, jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan[1].
Beberapa hal yang dapat diidentifikasikan sebagai faktor ekonomi yang utama yang berpengaruh dalam membentuk kekuatan suatu industri adalah market size, lingkup persaingan, tingkat pertumbuhan pasar dan siklus kehidupan industri, jumlah pesaing dan besaran relatif dari masing-masing perusahaan pesaing, jumlah dan besaran relatif pembeli potensial, dorongan untuk melakukan integrasi ke depan dan ke belakang, serta kemudahan dan hambatan untuk memasuki atau keluar dari jenis industri.

Industri sangat erat kaitannya dengan persaingan. Karena tak mungkin suatu industri hanya berdiri sendiri tanpa adanya hubungan dengan industri lain. Suatu industri memproduksi suatu produk tentunya juga menggunakan bahan yang diperoleh dari industri lain. Untuk itu, satu industri dengan industri lain itu selalu berhubungan dan tak jarang melakukan persaingan.


TEORI

Analisis industri merupakan kombinasi antara ekonomi industri dan strategi. Diawali dengan adanya tambahan atas teori organisasi industri oleh Joe S. Bain (1950-an) yang menyatakan bahwa struktur industri tidak hanya terbatas pada ukuran besarnya industri, tetapi juga ditentukan dengan mobilitas hambatan masuk ke dalam industri. Selanjutnya berkembang teori struktur industri yang berdasarkan pada premis bahwa perbedaan tingkat keuntungan perusahaan merupakan fungsi kekuatan pasar yang didorong oleh struktur inter-industri dan intra-industri. Porter menyatakan bahwa kelima kekuatan bersaing tersebut dapat mengembangkan strategi persaingan dengan mempengaruhi atau mengubah kekuatan tersebut agar dapat memberikan situasi yang menguntungkan bagi perusahaan.

Ruang lingkup kelima kekuatan bersaing tersebut yang pertama yaitu ancaman persaingan segmen yang ketat, segmen tertentu menjadi tidak menarik jika ia telah memiliki pesaing yang banyak, kuat, atau agresif. Kedua, ancaman pendatang baru, daya tarik segmen berbeda-beda menurut tingginya hambatan untuk masuk dan keluarnya. Ketiga, ancaman produk substitusi, segmen tertentu menjadi tidak menarik jika terdapat substitusi produk yang aktual atau potensial. Keempat, ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pembeli, segmen tertentu menjadi tidak menarik jika pembeli memiliki kekuatan posisi tawar (bargaining power) yang kuat atau semakin meningkat. Dan yang terakhir, kelima yaitu ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok, segmen tertentu menjadi tidak menarik jika para pemasok perusahaan mampu menaikkan harga atau mengurangi kuantitas yang mereka pasok[2].

Industri jika dikelompokkan menurut jumlah penjual adalah sebagai berikut: monopoli murni, hanya satu perusahaan yang menyediakan produk atau jasa tertentu diwilayah tertentu. Oligopoli Murni, terdiri dari beberapa perusahaan yang memproduksi komoditas yang pada dasarnya sama. Oligopoli yang terdiferensiasi terdiri dari beberapa perusahaan yang memproduksi produk yang terdiferensiasi secara parsial (mobil, kamera), menurut lini mutu, fitur, mode atau pelayanan. Persaingan Monopolistik, banyak pesaing yang mampu mendiferensiasikan tawaran mereka secara keseluruhan atau sebagian. Persaingan Murni, banyak pesaing menawarkan produk dan jasa yang sama. Struktur persaingan industri tertentu dapat berubah dari waktu ke waktu[3].

Hambatan masuk yang utama menyangkut suatu perusahaan diantaranya persyaratan modal, skala ekonomis, persyaratan hak paten dan lisensi, kelangkaan lokasi, bahan baku, atau distributor, persyaratan reputasi. Bahkan setelah perusahaan masuk ke industri tertentu, ia mungkin menghadapi hambatan mobilitas sewaktu ia berusaha memasuki segmen-segmen pasar yang lebih baik. Hambatan keluar yang sering dihadapi perusahaan, seperti tanggung jawab hukum dan moral terhadap pelanggan, kreditor dan karyawan, pembatasan pemerintah, nilai sisa aset yang rendah akibat terlalu terspesialisasi atau using, kekurangan peluang alternatif, integritas vertikal yang tinggi dan hambatan yang emosional[4].

Setiap industri memiliki beban biaya tertentu yang banyak membentuk tindakan strateginya. Perusahaan merasa lebih bermanfaat untuk melakukan integritas kehulu atau kehilir (integrasi vertikal). Produsen besar minyak bumi melakukan eksploitasi minyak bumi, pengeboran minyak bumi, penyulingan minyak bumi, produksi bahan kimia, dan pengoperasian jasa reparasi kendaraan. Tingkat globalisasi perusahaan di industri global harus bersaing secara global, jika mereka mencapai skala ekonomis dan mengikuti kemajuan terakhir teknologi[5].


ANALISIS

Dunia ini semakin berubah dengan pesat, begitu pula pola pikir konsumen sehingga menuntut perusahaan untuk lebih kreatif dan kompetitif. Selain itu, masalah pesaing juga harus benar-benar diperhatikan. Beberapa hal yang perlu diketahui dari pesaing: kelengkapan mutu, desain dan bentuk produk, harga yang ditawarkan, saluran distribusi atau lokasi cabang yang dimiliki, promosi yang dijalankan, rencana kegiatan pesaing ke depan.

Untuk mengetahui informasi tersebut, maka perusahaan perlu mengadakan analisis pesaing dengan cara; mengidentifikasikan pesaing, menentukan sasaran pesaing, identifikasi strategi pesaing, analisis kekuatan dan kelemahan pesaing, menentukan sasaran pesaing,identifikasi reaksi pesaing dan strategi menghadapi pesaing.

Dari kegiatan itu akan dapat diketahui: siapa pesaing kita, apa sasaran yang ingin mereka capai, bagaimana strategi yang mereka lakukan, apa dan dimana kekuatan dan kelemahan pesaing, bagaimana pola reaksi mereka, siapa saja yang perlu diserang terlebih dahulu, bagaimana cara menyerangnya, dan pesaing mana yang perlu dihindari terlebih dahulu.

Untuk menghadapi pesaing, maka kita harus mengetahui strategi dan sasaran yang diinginkan pesaing sehingga kita dapat menindaklanjutinya dengan mengeluarkan strategi-strategi yang dapat mematahkan strategi pesaing kita.

Contoh Kasus :

Tingginya jumlah pelanggan dan tantangan di industri telekomunikasi yang semakin berat telah mendorong Telkomsel mengembangkan strategi baru. Strategi baru diharapkan mampu mendukung pertumbuhan yang tinggi operator ini.

1.      Telkomsel akan mengedepankan pendekatan pada komunitas
Dalam hal ini, komunitas pelanggan dikelompokkan menjadi dua yakni komunitas pengguna layanan dasar yakni pelanggan yang membutuhkan layanan suara dan SMS serta komunitas pelanggan yang membutuhkan layanan lebih tinggi. "Kelompok kedua adalah pengguna value added services seperti Blackberry, broadband, atau layanan lifestyle yang saat ini marak. Telkomsel juga akan meningkatkan sinergi dengan induk yakni Telkom dan Singapore Telecommunication serta mitra lain. Melalui sinergi diharapkan tercipta cost effisiensi. Telkom menguasai 65 persen saham Telkomsel, sementara Singapore Telecommunication 35 persen.

2.      Peningkatan kualitas layanan.
Kualitas akan menjadi salah satu aspek penting dalam menarik minat pelanggan saat perang tarif masih terjadi. Dengan demikian kualitas layanan akan menjadi nilai tambah bagi konsumen. Disisi lain Telkomsel juga akan mengedepan 3L yakni leading concept, leading system dan leading teamwork. Elemen elemen ini yang diharapkan mampu mendukung Telkomsel menjaga pertumbuhan yang tinggi.

REFERENSI



Analisis dalam Strategi Persaingan Global : Keunggulan Kompetitif

PENDAHULUAN

Manajemen strategis adalah tentang mendapatkan dan mempertahankan keunggulan kompetitif (competitive advantage) (David, 2006). David (2006) menyatakan definisi keunggulan kompetitif merupakan kumpulan strategi untuk menentukan keunggulan suatu perusahaan dari persaingan di antara perusahaan lain. Strategi kompetitif meliputi biaya rendah dan diferensiasi. Selanjutnya dikombinasikan kedua strategi tersebut disebut fokus.

Sedangkan menurut Porter (1994) keunggulan kompetitif pada dasarnya berkembang dari nilai yang mampu diciptakan oleh sebuah perusahaan untuk pembelinya yang melebihi biaya perusahaan dalam menciptakannya. Nilai adalah apa yang pembeli bersedia bayar, dan untuk manfaat yang sepadan atau memberikan manfaat unik yang lebih dari pada sekedar mengimbangi harga yang lebih tinggi.

Ketika sebuah perusahaan dapat melakukan sesuatu dan perusahaan lainnya tidak dapat, atau memiliki sesuatu yang diinginkan pesaingnya. Hal tersebut menggambarkan keunggulan kompetitif. Memiliki dan menjaga keunggulan kompetitif sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang dari suatu organisasi. Mengejar keunggulan kompetitif mengarah pada kesuksesan dan kegagalan organisasi. Peneliti dan praktisi manajemen strategis berkeinginan mengetahui sifat dan peran keunggulan kompetitif dalam berbagai industri, (David: 2006).

Umumnya, sebuah perusahaan mampu untuk mempertahankan keunggulan kompetitif hanya untuk periode tertentu karena ditiru pesaing dan melemahnya keunggulan tersebut. Jadi, tidaklah cukup untuk memiliki keunggulan kompetitif. Perusahaan harus berusaha untuk mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutann (suistainable competitive advantage) dengan secara terus menerus beradaptasi dengan tren dan kejadian eksternal.

Inovasi nilai merupakan batu pijak untuk samudera biru. Inovasi nilai menurut Kim dan Mauborgne (2005) diciptakan dalam wilayah di mana tindakan perusahaan secara positif mempengaruhi struktur biaya dan tawaran bagi pembeli. Penghematan biaya dilakukan dengan menghilangkan dan mengurangi faktor-faktor yang menjadi titik persaingan dalam industri. Variabel inovasi nilai dibentuk berdasarkan nilai pembeli dan biaya.


TEORI

Menurut Porter (1994) keunggulan kompetitif adalah kemampuan suatu perusahaan untuk meraih keuntungan ekonomis di atas laba yang mampu diraih oleh pesaing di pasar dalam industri yang sama. Perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif senantiasa memiliki kemampuan dalam memahami perubahan struktur pasar dan mampu memilih strategi pemasaran yang efektif. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Porter, beberapa cara untuk memperoleh strategi generik yang diklasifikasikan dalam tiga kategori, yaitu cost leadership, diferensiasi, dan fokus untuk dapat meraih keunggulan kompetitif.

Keunggulan kompetitif dapat tercipta apabila terdapat kesepadanan antara distinctive competencies dari sebuah perusahaan dengan faktor-faktor kritis untuk sukses dalam industrinya yang memungkinkan perusahaan dapat mengungguli pesaingnya (Bannett, 1988).

Terdapat dua cars untuk mencapai keunggulan kompetitif, yaitu:
1.      Keunggulan kompetitif dapat tercapai apabila perusahaan melakukan strategi biaya yang memungkinkan untuk menawarkan produk pada harga yang lebih rendah dibanding pesaing.
2.      Keunggulan kompetitif juga dapat dicapai dengan strategi diferensiasi produk sehingga pelanggan mempunyai persepsi tentang manfaat mufa. kat unik yang membenarkan harga tinggi.

Lima strategi kompetensi dasar dalam bersaing dalam strategi keunggulan kompetitif untuk bisnis yang sukses :
1.      Strategi Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership Strategy) Menjadi produsen rendah biaya dalam menghasilkan barang dan jasa, atau membantu menurunkan biaya bagi pemasok dan pelanggan, sehingga pesaing memiliki biaya produksi yang lebih tinggi.
2.      Strategi Diferensiasi (differentiation strategy) Mengembangkan cara-cara untuk membedakan produk dan layanan dari para pesaing atau mengurangi keunggulan diferensiasi dari pesaing. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk fokus pada produk atau jasa untuk memberikan keuntungan dalam segmen pasar yang unik/niche market.
3.      Strategi Inovasi (innovation strategy) Menemukan cara baru dalam melakukan bisnis. Strategi ini dapat melibatkan pengembangan produk dan atau jasa yang unik guna memasuki pasar yang unik /niche market. Hal ini juga dapat melibatkan perubahan radikal dalam proses bisnis untuk memproduksi atau mendistribusikan produk dan layanan dari mayoritas jenis dan cara yang ada.
4.      Strategi Pertumbuhan (growth strategy) Secara signifikan memperluas kapasitas perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa, ekspansi ke pasar global, diversifikasi ke produk dan jasa baru, atau mengintegrasikan ke dalam produk dan jasa terkait.
5.      Strategi Aliansi (alliance strategy) Membentuk hubungan bisnis baru/aliansi dengan pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan, dan perusahaan lain. Hubungan ini bisa berupa merger, akuisisi, usaha patungan, pembentukan “perusahaan virtual,” atau pemasaran lainnya, manufaktur, atau perjanjian distribusi antara pelaku usaha dengan mitra dagangnya.


ANALISIS

Kondisi perekonomian dewasa ini sudah menunjukkan kecenderungan yang bersifat global. Hubungan antar negara atau bangsa-bangsa didunia di bidang ekonomi mulai tidak mengenal batas-batas wilayah negara secara geografis. Kenichi Ohmae (1995) menyebut masa sekarang sebagai masa berakhirnya negara bangsa dan masa munculnya negara wilayah. Negara wilayah terbentuk dari beberapa negara bangsa disuatu wilayah yang membuat kesepakatan untuk melakukan perdagangan bebas.

Contoh Kasus :

Tiga poros kekuatan ekonomi Tiga poros kekuatan ekonomi ini meliputi Amerika serikat (AS), Jepang, dan ma syarak a t Er opa (ME) . Kombinasi Produk Domestik Bruto (PDB) dari ketiga poros tersebut membentuk dua pertiga PDB dunia, yaitu AS 26%, ME 25% dan Jepang 14%. Ekspor—impor mereka menguasai empat perlima dari ekspor impor d'unia. Volume perdagangan antara ketiga poros itu sebesar dua pertiga dari perdagangan dunia. Sedangkan investasi langsung asingnya (Foreign Direct Investment/FDI) mencapai tiga perempat dari arus keluar FDI dunia dan dua pertiga dari arus masuk FDI dunia pertahunnya (Dharmesta, 1997). Meskipun dominasinya terus menurun, namun ketiga poros tersebut masih menjadi pusat perekonomian global diabad 21.


REFERENSI

David, Fred R. 2006, Manajemen Strategis. Jakarta: Salemba Empat.
Porter, Michael E. 1985, “Competitif Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance”, New York: Macmillan.







Analisis dalam Strategi Persaingan Global : Persaingan Global dan Keunggulan Kompetitif Nasional

PENDAHULUAN

Indonesia   adalah   negara   kepulauan   yang  besar,  terdiri   atas   17.504   pulau   dengan keragaman dan kekayaan budaya bangsa. Terdapat 1.068 suku bangsa, dan 665 bahasa daerah di seluruh  Nusantara.   Indonesia  dikaruniai iklim subtropis yang bersahabat, tanah yang  subur, serta   alam yang sangat indah.  Selain itu, Indonesia  kaya  dengan spesies   langka   fauna   mencakup   mamalia,  kupu-kupu,  reptil,   burung,   unggas,   dan amfibi berjumlah  3.025 spesies dan flora   sekitar 47.000 spesies  atau  setara dengan 12% dari seluruh spesies tumbuhan di dunia.  Dalam bidang seni dan budaya terdapat sedikitnya 300 gaya tari tradisional yang berasal dari Sabang sampai Merauke. Potensi sumber daya alam dan keragaman budaya di atas merupakan potensi ekonomi yang   besar   yang   dapat   mendukung   tumbuhnya   ide/gagasan   dan   kreativitas masyarakat.  Potensi ekonomi yang berasal dari ide/gagasan kreatif masyarakat yang menyatu  dengan   keragaman   budaya dan   alam   tersebut   dapat   melahirkan   berbagai produk   yang   unik   dan  kreatif  sehingga   mendukung   tumbuhnya  ekonomi   kreatif. Keragaman   budaya   tersebut   memunculkan   aneka   ragam   kerajinan   dan   produk Indonesia serta memunculkan berbagai bakat (talent) masyarakat di bidang ekonomi kreatif. Input   utama   ekonomi   kreatif   adalah   ide   dan   kemampuan   berpikir   yang   tidak terhingga.   Dengan komposisi jumlah penduduk usia muda sebesar 43% atau sekitar 103 juta orang (Djumena 2011), Indonesia memiliki basis sumber daya manusia yang kuat   untuk   mengembangkan   ekonomi   kreatif,   karena   penduduk  usia   muda   pada umumnya memiliki daya kreasi dan daya cipta yang lebih besar dari pada penduduk usia tua. Ekonomi kreatif juga membantu meningkatkan  soft power  Indonesia dan  memberi dampak positif pada kehidupan sosial, karena mereka yang bekerja di sektor ini pada umumnya   lebih   berbahagia   dan   bersemangat,   serta   menularkannya   ke   orang   lain. Ekonomi   kreatif   juga   bersifat   ramah   lingkungan   (green   community)   dan   tahan terhadap   krisis,   sehingga   pemerintah   Indonesia   sudah   seharusnya   menyandarkan pertumbuhan ekonominya kepada peran ekonomi kreatif yang lebih besar mengingat investasi yang dibutuhkan dalam sektor ekonomi kreatif juga relatif lebih sedikit.


TEORI

Persaingan Global merupakan suatu tahapan perkembangan fenomena budaya yang mau tak mau harus dilalui oleh perjalanan peradaban maupun sendi-sendi kehidupan manusia. Yang penting adalah, bagaimana menyikapi dan mempersiapkan diri menyongsong datangnya fenomena tersebut.
Negara-negara di Eropa dalam menyikapi pasar global yaitu dengan  menumbuhkembangkan dan meningkatkan kelompok usaha kecil dan menengah. Kebijakan untuk lebih memusatkan arah pandangan ke usaha kecil dan menengah (UKM) telah menjadi kecenderungan  waktu itu, di mana semakin banyaknya dan meratanya peranan UKM tersebut, maka dinamika perekonomian akan lebih cepat meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas dengan lebih merata.

Selanjutnya, ini bisa menjadi pandangan bagi negara-negara lain, bahwa UKM lebih bisa diandalkan karena merupakan simbol kemandirian suatu negara. Akan tetapi, seberapapun besar skala usaha yang dijalankan pada saat ini, akan selalu dihadapkan pada permasalahan yang kadang membuat usaha tumbang dan terkapar, yaitu persaingan. Semakin maju dan berkembang perekeonomian dalam suatu negara, maka akan semakin ketat pula persaingan.

Ekonomi Kreatif di Indonesia

Fokus pemerintah  terhadap  ekonomi kreatif baru  dimulai pada tahun 2006,  dengan ditunjuknya Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Pariwisata,   untuk   mengawal   ekonomi   kreatif   melalui   program  Indonesia   Design Power 2006-2010,  yaitu suatu  program pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar domestik maupun untuk tujuan ekspor namun tetap memiliki karakter nasional. Perhatian terhadap ekonomi kreatif baru disadari setelah terbukti bahwa kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional ternyata sangat   besar.     Kemudian,   pada   tahun   2011   ekonomi   kreatif   dimasukkan   dalam Kementerian Pariwisata, karena ekonomi kreatif dianggap memiliki keterkaitan yang erat dengan sektor pariwisata.Target kontribusi   ekonomi  kreatif terhadap pembentukan pendapatan negara   adalah 10%   pada   tahun   2016.   Dengan   melihat   potensi   kekayaan   budaya   dan   alam   yang dimiliki   serta   dukungan yang   besar   mulai   dari   masyarakat   lokal,   institusi   formal (pemerintah),   lembaga   pendidikan,   agen,   studio,   toko,   sampai   pada   keberadaan komunitas dan institusi, maka optimisme tercapainya target tersebut sangatlah besar.


ANALISIS

Pasar global merupakan psar berskala dunia yang terbuka bagi seluruh pelaku usaha. Pasar global melibatkan seluruh kegiaan perdagangan dari seluruh dunia. Keberadaan pasar global memberikan dampak positif dan negatif. Untuk menanggulangi dampak negatif dan mengoptimalkan dampak positif, maka Indonesia harus menyiapkan srategi untuk dapat bertahan di dalam persaingan pasar global. Strategi tersebut antara lain pemilihan produk; perang harga; mengembangkan modal manusia; moving, caring, dan inovating; strategi pemasaran; keunggulan lokasi; strategi aliansi; strategi pemayaran pasar; dan memandang kompetisi sebagai sebuah energi. Strategi tersebut apabila diterpakan dengan baik akan membantu Indonesia bertahan dalam persaingan dalam pasar global.

Ekonomi  kreatif   di   Indonesia  memiliki   potensi   dan   memberi   kontribusi   yang signifikan terhadap PDB, nilai ekspor dan tingkat penyerapan tenaga kerja.  Ekonomi kreatif juga dapat menciptakan iklim bisnis yang positif  dan membangun citra serta identitas  bangsa  melalui   potensi   keragaman   budaya.    Di  samping   potensi   di   atas, terdapat   pula  beberapa   hambatan   dalam   pengembangan  ekonomi   kreatif,   seperti: pembajakan, daya beli masyarakat yang masih rendah, kurangnya pendidikan khusus di bidang ekonomi kreatif, kualitas output yang masih rendah, dan aspek pembiayaan yang tidak bankable.   Oleh karena itu, perlu perencanaan dan strategi pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia dengan menempatkan ekonomi kreatif sebagai prioritas dalam meningkatkan perekonomian dan daya saing global.


REFERENSI

https://lindapermatablog.wordpress.com/2016/02/13/artikel-strategi-menghadapi-persaingan-pasar-global/

PILIHAN STRATEGIS DALAM MEMASUKI PASAR GLOBAL, EKSPOR, LISENSI, USAHA PATUNGAN, STRATEGI PERLUASAN PASAR, DAN PENENTUAN POSISI PASAR

Pilihan Strategis dalam memasuki Pasar Global

PENDAHULUAN

Pengertian pasar global adalah pasar berskala dunia yang terbuka bagi seluruh pelaku usaha. Pasar global mengalami perkembangan yang pesat belakangan ini karena beberapa faktor, antara lain:

1. Adanya beberapa negara industri yang mampu menghasilkan produk berkualitas dengan harga murah, misalnya China dan Taiwan
2. Semakin banyak orang yang melakukan perjalanan antar negara yang secara langsung menjadi konsumen global
3. Semakin banyaknya transportasi antar negara yang mempermudah distribusi produk
4. Perdagangan dunia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dunia

Jika sudah memahami pengertian pasar global dengan baik, tentunya kita bisa menyimpulkan bahwa pasar global adalah peluang bisnis yang sangat besar dan menantang. Ketika suatu orang atau perusahaan memutuskan untuk ikut serta dalam pasar global, maka terbukalah kesempatan baginya untuk mengembangkan bisnisnya dan meraih lebih banyak keuntungan. Beberapa kesempatan tersebut antara lain:

1. Perusahaan dapat membuka pabrik di negara lain yang upah buruhnya lebih murah
2. Perusahaan dapat membuka kantor cabang dan pabrik cabang di beberapa tempat di seluruh dunia untuk mempermudah dan mempermurah distribusi produknya
3. Perusahaan dapat memperoleh target konsumen yang lebih banyak dengan memperkenalkan produknya di negara lain yang potensial

Namun, setara dengan kesempatan yang ditawarkan, di pasar global juga ada berbagai macam masalah dan kendala yang harus siap dihadapi oleh seluruh pelaku pasar. Seorang pebisnis yang hebat, tentunya akan dapat menemukan solusi yang kreatif dan inovatif untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Berikut adalah beberapa macam kendala yang menantang para pelaku bisnis pasar global:

1. Perbedaan Budaya dan Selera
Produk yang laku keras di suatu negara, bisa jadi tidak menarik sama sekali bagi masyarakat di negara lain. Misalnya, sepeda motor Honda laku keras di Indonesia, sementara di Eropa, produk ini tidak ada peminatnya.

2. Perbedaan Daya Beli Masyarakat
Jika produk yang dijual melalui pasar bebas memiliki harga yang terlalu tinggi atau justru terlalu rendah di negara targetnya, maka kemungkinan produk tersebut tidak akan memperoleh banyak pembeli. Misalnya, kaos – kaos murah buatan China tidak akan laku di Prancis karena daya beli masyarakatnya yang sangat tinggi.

3. Peraturan Nasional
Produk yang banyak diminati masyarakat di suatu negara, bisa jadi tidak bisa jual ke negara tersebut jika negara tersebut memiliki peraturan khusus yang membatasinya. Misalnya, di Indonesia, mobil yang terlalu mewah seperti limousine tidak boleh masuk ke Indonesia. Jadi, perusahaan limousine di negara manapun tidak ada gunanya jika mereka bermaksud menjual produknya ke Indonesia.


TEORI

Sebagai seorang pemasar, ketika perusahaan berencana untuk memasuki pasar global maka kita harus memahami dengan baik langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai persiapannya. Dengan perencanaan yang matang, maka tujuan pemasaran dapat tercapat secara efektif. Berikut ini adalah penjelasan mengenai berbagai hal terkait konsep dalam memasuki pasar global.

Definisi

Sebelum mengenal cara memasuki pasar global, kita harus memahami beberapa istilah yaitu pemasaran internsional dan pemasaran global.

Pemasaran internasional adalah pemasaran yang kegiatan operasinya melewati batas-batas lebih dari satu negara.

Pasar global adalah pasar berskala dunia yang terbuka bagi seluruh pelaku pasar

Pemasaran global adalah kegiatan pemasaran oleh perusahaan (global) yang mempunyai bisnis (global) dengan strategi pemasaran (global), pasar (global), maupun produk (global) yang sama (standar) di berbagai negara.

Perusahaan global adalah perusahaan yang beroperasi dilebih dari satu negara, mendapatkan keuntungan produksi, R & D, pemasaran, dan keuangan dengan biaya dan reputasi yang tidak terjangkau oleh para pesaing yang hanya bermain di pasar


Tahapan Menjadi Pemasar Global

Untuk menjadi pemasar global tidaklah terjadi begitu saja melainkan melalui beberapa tahap, yaitu:

1. No Foreign Marketing
Perusahaan sudah berhubungan dengan dunia internasional tetapi bukan karena inisiatif atau belum ada usaha sendiri dengan untuk memasarkan ke pasar luar negeri. Produk perusahaan beredar di pasar internasional karena pesanan dari pasar luar negeri, pelanggan asing datang ke perusahaan. atau atas usaha pihak eksportir.

2. Infrequent Foreign Marketing
Perusahaan mulai memasarkan sendiri ke pasar luar negeri tetapi hanya kalau mempunyai surplus produksi. Apabila pasar domestik masih mampu menyerapnya, kegiatan ini ditinggalkan. Pada tahap ini belum ada penyesuaian organisasi maupun prosuknya untuk pasar internasional.

3. Reguler Foreign Marketing
Produsen sudah mempunyai perencanaan untuk memasarkan produknya ke pasar asing. Dipasarkan sendiri atau melalui penyalur domestik atau distributor asing. Tujuannya melakukan ekspansi pasar domestik dengan sudah mulai berusaha memahami kebutuhan maupun keinginan pasar internasional.

4. Global Marketing Operations
Pada fase ini, produsen benar-benar telah terlibat dengan dunia internasional secara global. Kegiatannya tidak hanya sebatas pemasaran saja, tetapi sudah merencanakan operasional pendek maupun organisasi bersaing di pasar dunia.


ANALISIS

Manajemen Pemasaran internasional adalah Pemasaran yang kegiatannya melewati batas-batas lebih dari satu negara atau ruang lingkup domestik.

Pemasaran Internasional merupakan penerapan konsep, prinsip, aktifitas, dan proses manajemen pemasaran dalam rangka penyaluran ide, barang atau jasa perusahaan kepada konsumen di berbagai negara.

Alasan sebuah perusahaan harus menjalankan manajemen pemasaran internasional adalah karena kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut sudah melampaui kebutuhan akan konsumen produk / jasa di wilayah domestik perusahaan, sehingga perusahaan dapat memperlebar sayapnya dengan terjun ke pasar yang lebih luas, yakni pasar itnernasional sehingga perusahaan dapat memiliki strategi pasar yang lebih luas.

Contoh : Brand telepon genggam seperti Nokia menggunakan manajemen pemasaran internasional karena kekuatan perusahaannya sudah melampaui jumlah konsumen yang ada di wilayah domestik brand nokia, yakni Finlandia yang hanya berpenduduk kurang lebih 4jt jiwa.


REFERENSI

https://catatanis.wordpress.com/2016/02/28/strategi-memasuki-pasar-global/
https://w3cargo.com/pemasaran-internasional/
http://infogreget.blogspot.com/2013/10/mempelajari-pengertian-pasar-global.html


Pilihan Strategis dalam memasuki Ekspor


PENDAHULUAN

Pengertian Ekspor
Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean, yang dimaksud dengan daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen dengan memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2009).

Kegiatan ekspor didasari kondisi bahwa tidak ada suatu negara yang benar-benar mandiri karena satu sama lain saling membutuhkan dan saling mengisi. Suatu negara dapat mengekspor barang produksinya ke negara lain apabila barang tersebut diperlukan negara lain dan mereka tidak dapat memproduksi barang tersebut atau produksinya tidak dapat memenuhi keperluan dalam negeri.

Tujuan Ekspor

Kegiatan ekspor mempunyai hubungan positif dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara, semakin banyak kegiatan ekspor di negara itu maka pertumbuhan ekonomi juga akan naik dan hal ini akan berdampak pada iklim investasi yang semakin tumbuh beriringan dengan kegiatan ekspor tersebut (Krueger, 1988:40).

Ekspor adalah kegiatan perdagangan internasional yang memberikan rangsangan guna menumbuhkan permintaan dalam negeri yang menyebabkan tumbuhnya industri-industri pabrik besar, bersama dengan struktur politik yang stabil dan lembaga sosial yang fleksibel. Dengan kata lain, ekspor mencerminkan aktivitas perdagangan internasional, sehingga suatu negara yang sedang berkembang kemungkinan untuk mencapai kemajuan perekonomian setara dengan negara-negara yang lebih maju (Todaro dkk, 2004).

TEORI

Ekspor adalah proses pengiriman produk dan jasa dari satu negara ke negara lain untuk digunakan atau dijual di sana. Ekspor barang dagangan didalam peroekonomian dunia totalnya $18,4 Triliun pada tahun 2012, atau 26% dari total aktivitas perekonomian dunia, sedangkan ekspor jasa berjumlah $4,4 Triliun.

Ekspor memberikan beberapa keuntungan ke perusahaan. Pertama, perusahaan dapat mengendalikan keterpaparan finansialnya (financial exposure) pada pasar negara tujuan yang dianggap sesuai dengan keinginan.

Kedua, ekspor memungkinkan perusahaan dapat masuk ke pasar luar negeri secara bertahap, sehingga perusahaan dapat menilai kondisi lokal dan menyesuaikan produknya untuk memenuhi kebutuhan istimewa konsumen negara tersebut. Jika ekspornya diterima dengan baik oleh konsumen negara tujuan tersebut, perusahaan dapat memakai pengalaman ini sebagai dasar untuk masuk ke pasar tersebut dengan lebih ekstensif.

Perusahaan memiliki motivasi proaktif atau reaktif dalam mengekspor. Motivasi proaktif adalah motivasi yang menarik perusahaan ke pasar luar negeri karena adanya kesempatan di sana.Motivasi reaktif untuk mengekspor adalah motivasi yang mendorong perusahaan masuk ke pasar luar negeri, sering karena kesempatan di pasar domestik semakin menurun.

Bentuk-bentuk Ekspor

Ada beberapa bentuk aktivitas ekspor, yang mencangkup ekspor tidak langsung (indirect exporting), ekspor lansung (direct exporting), dan transfer intra korporat (intracorporate transfer).

1. Ekspor Tidak Langsung
Ekspor tidak langsung (indirect export) terjadi ketika perusahaan menjual produknya ke pelanggan domestik yang kemudian mengekspor produk tersebut baik dalam bentuk asli maupun dalam bentuk yang sudah mengalami modifikasi.

2. Ekspor Langsung
Ekspor langsung (direct exporting) terjadi melalui penjualan ke pelanggan, baik ke distributor maupun pemakai akhir yang berada di luar negara asal perusahaan. Ekspor langsung biasanya berasal dari usaha yang dimaksudkan untuk memperluas bisnisnya secara internasional.

3. Transfer Intraperusahaan
Bentuk ketiga aktivitas ekspor adalah transfer intrakorporat yang menjadi semakin penting karena ukuran perusahaan multinasional(MNC) semakin meningkat. Transfer interkorporat (corcorporate transfer) adalah penjualan barang oleh perusahaan tertentu dalam negara tertentu ke perusahaan aliansinya di negara lain.

Langkah strategis dalam memasuki Ekspor :
1. Keputusan manajemen untuk melaksanakan ekspor
2. Menentukan komoditi yang akan diekspor
3. Menganalisa kondisi Negara tujuan ekspor tentang:

• Populasi
• Politik
• Ekonomi
• Sosial
• Iklim
• Peraturan ekspor, impor, devisa
• Perpajakan, perbankan, keuangan, transportasi

4. Menetapkan pasar potensial dan segmen pasar yang akan dimasuki serta menentukan calon mitra usaha sebagai saluran pemasaran

5. Menentukan strategi operasional bersama mitra usaha seperti:
• Penentuan harga jual ekspor
• Syarat pembayaran
• Sistem distribusi
• Bauran pemasaran

6. Menentukan sistem promosi dan pemilihan media
7. Mempelajari peta pemasaran komoditi tertentu
8. Mempelajari nama dan alamat lengkap berbagai badan promosi nasional dan internasional, sebagai saranan mencari calon pembeli
9. Menyiapkan brosur dan price list dari komoditi yang akan diekspor
10. Menyiapkan surat perkenalan usaha dan komoditi yang akan dikirimkan kepada berbagai badan promosi dan calon pembeli


ANALISIS

Cara paling mudah untuk menginternasionalkan bisnis domestik adalah melakukan ekspor. Ekspor merupakan strategi untuk memasuki pasar Internasional karena dapat memperluas pasar hingga ke mancanegara. Contoh : PT. Indofood yang produk Indomie nya sudah memasuki pasar internasional yakni negara-negara seperti Belanda, Singapura, Australia dan Malaysia.


REFERENSI

https://indonesiancharcoal.wordpress.com/2010/11/20/sepuluh-langkah-strategis-memasuki-pasar-ekspor/
https://www.kajianpustaka.com/2017/10/pengertian-pelaku-prosedur-kegiatan-ekspor.html
http://mamikandriyani.blogspot.com/2017/06/strategi-untuk-menganalisis-dan.html



Pilihan Strategis dalam memasuki Lisensi


PENDAHULUAN

Pada saat perusahaan menjumpai bahwa pengeksporan tidak lagi efektif, tetapi masih ragu-ragu untuk menanamkan investasi langsung diluar negeri, pemberian lisensi bisa bisa menjadi kompromi yang masuk akal.

Pemberian lisensi (licensing) adalah sebuah perjanjian yang mengizinkan sebuah perusahaan asing menggunakan hak milik industrial (contohnya, hak paten, merek dagang, dan hak cipta), kecakapan teknis, dan keahlian (misalnya, studi kelaikan, manual, saran teknis, dll.), desain arsitektural dan rekayasa, atau kombinasi apapun dari hal-hal diatas di dalam sebuah pasar asing. Hak yang diberikan oleh licensor kepada licensee bisa eksklusif (hak monopoli didalam suatu teritori atau nonekslusif. Seorang licensor membolehkan sebuah perusahaan asing memproduksi sebuah produk untuk dijual di dalam Negara licensee dan kadangkala di Negara lain yang ditentukan.

Pemberian lisensi adalah sebuah cara masuk yang ampuh jika perusahaan mempunyai beberapa jenis asset swamilik, seperti produk atau teknologi yang dipatenkan, merek dagang, atau nama merek darinya perusahaan ingin memanfaatkan skala internasional tanpa mengeluarkan sumber daya untuk operasi internasional. Di bawah perjanjian lisensi, pemberi lisensi (licensor) mengizinkan perusahaan lain (licensee) untuk menggunakan hak milik intelektualnya melalui pertukaran dengan kompensasi yang ditunjuk sebagai royalty. Perusahaan penerima lisensi disebut licensee. Hak milik tersebut dapat berupa hak paten, merek dagang, hak cipta, teknologi, kecakapan teknis, atau keahlian pemasaran khusus.

Sebagi balasan licensee biasanya berjanji (1) memproduksi produk yang dicakup oleh hak tersebut; (2) memasarkan produk tersebut di dalam teritori yang telah diberikan; dan (3) membayar kepada licensor sejumlah uang yang berkaitan dengan volume penjualan produk tersebut.


TEORI

Lisensi Internasional

Cara lain untuk masuk ke pasar luar negeri adalah melalui lisensi (licensing), yaitu perusahaan tertentu, yang disebut pemilik lisensi (licensor), menyewakan hak untuk memakai properti intelektualnya-teknologi, metode kerja, hak paten, hak cipta, nama cap, atau merek dagang ke perusahaan lain, yang disebut penerima lisensi (licensee), dan sebagai imbalannya peerima lisensi harus membayar fee. Lisensi merupakan elemen penting dalam strategi perusahaan internasional.

Permasalahan Mendasar Dalam Lisensi Internasional

Hampir setiap perjanjian internasional adalah unik karena perbedaan strategi perusahaan, tingkat persaingan, sifat produk, dan kepentingan antara pemilik lisensi dan pemegang lisensi. Biasanya syarat perjanjian lisensi dituangkan secara khusus ke dalam kontrak hukum yang mendetail, yang mencakup isu-isu seperti:

1. Menentukan Batasan Perjanjian
Pemilik Lisensi (licensor) dan penerima lisensi harus menentukan hak dan keistimewaan yang diberikan dan juga yang tidak diberikan di dalam perjanjian.

2. Menentukan Kompensasi
Kompensasi merupakan isu mendasar lain yang harus disebut secara spesifik dalam perjanjian lisensi. Kompensasi dalam perjanjian lisensi disebut royalti (royalty). Royalti biasanya dibayar ke pemilik lisensi dalam bentuk fee tetap, yakni jumlah tetap per unit yang terjual, atau yang paling umum.

3. Menetapkan Hak, Keistimewaan, dan Batasan
Isu mendasar lain yang harus dimasukkan ke salam perjanjian lisensi meliputi hak dan keistimewaan yang diberikan ke penerima lisensi dan batasan yang diberlakukan oleh pemilik lisensi.

4. Menetapkan Jangka Waktu Kontrak
Pemilik lisensi mungkin memandang perjanjian lisensi sebagai strategi jangka pendek yang dirancang untuk memperoleh pengetahuan tentang pasar luar negeri dengan biaya rendah dan risiko yang kecil.


Keuntungan dan Kerugian Lisensi Internasional

Lisensi membawa risiko finansial yang relatif rendah, sehingga pemilik lisensi dapat sepenuhnya menginvestigasikan kesempatan pasar dan kemampuan penerima lisensinya. Lisensi juga dapat membuat pemilik lisensi mempelajari lebih banyak tentang potensi penjualan produk dan jasanya di pasar baru tanpa komitmen sumber finasial dan manajerial secara signifikan. Penerima lisensi mendapat manfaat dari kesempatan untuk membuat dan menjual, dengan biaya riset dan pengembangan yang relatif rendah, produk dan jasa yang telah sukses di pasar internasional lain.

Meskipun demikian, perjanjian lisensi memiliki biaya kesempatan. Lisensi membatasi kesempatan pasar bagi kedua belah pihak. Tidak peduli seberapa hati-hatinya perjanjian lisensi dibuat, selalu ada risiko masalah dan kesalahpahaman. Perhatian terakhir adalah implikasi strategis jangka panjang dari pemberian lisensi teknologi oleh perusahaan. Banyak perusahaan merasa bahwa berbagai teknologinya dengan hati-hati akan menciptakan pesaing masa depan. Pemegang lisensi, dengan menghasilkan produk berdasarkan perjanjian lisensi, akan dapat mempelajari rahasia produksi dari pemilik lisensi atau mengembangkan sendiri cara berproduksi.


ANALISIS


Contoh Kasus

Negoisasi Lisensi teknologi antara Metro corporation dan Impecina Construction S.A. dari Peru.
Metro corporation adalah perusahan yang bergerak dalam bidang penggulungan baja, pabrikasi, dan konstruksi dengan kantor pusat di Midwest. Memilih menggunakan pemberian lisensi sebagai metode untuk memasuki pasar, karena terhambat transport dan bea masuk serta dukungan dari pemerintah mereka sendiri.

Impecina adalah perusahaan swasta konstruksi terbesar di Peru dan beroperasi diseluruh Amerika latin. Impecina mempunyai banyak kepentingan termasuk pembangunan perumahan dan pertokoan, pekerjaan hidrolik, transportasi dan pekerjaan maritime. Namun dalam tangki penyimpan minyak, pengalaman Impecina terbatas pada rancangan atap tetap berbentuk Konus berukuran kecil.

Perjanjian kerja sama telah dilakukan dan disepakati mulai dari (1)Cakupan pasar penerima lisensi, (2) Eksklusivitas, (3) Umur persetujuan, (4) Nama Merk, (5) Ukuran pasar penerima lisensi, (6) Bauran produk yang dicakup oleh lisensi, (7) Dasar Royalti, dan (8) Interval Pemerintah.

Namun mereka terganjal pada poin terakhir, saat kedua belah pihak mulai berjalan cukup jauh. Mereka mengabaikan peraturan pemerintah yang menyebutkan bahwa pemberian lisensi dari luar negeri hanya mempunyai jangka waktu lima tahun, padahal mereka membuat rancangan perjanjian untuk sepuluh tahun. Impecina menawarkan untuk memperpanjang lagi dalam jangka waktu lima tahun. Namun Metro memilih mengundurkan diri dari perjanjian yang hanya berjalan untuk lima tahun. Pada akhirnya pemberian lisensi tidak berjalan.


REFERENSI

http://mamikandriyani.blogspot.com/2017/06/strategi-untuk-menganalisis-dan.html
http://miraciayo-think.blogspot.com/2007/05/lisensi-licensing-definisi-dan-latar.html


Pilihan Strategis dalam memasuki Strategi Usaha Patungan


PENDAHULUAN

Perusahaan patungan adalah sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk menjalankan aktivitas ekonomi bersama. Pihak-pihak itu setuju untuk berkelompok dengan menyumbang keadilan kepemilikan, dan kemudian saham dalam penerimaan, biaya, dan kontrol perusahaan. Perusahaan ini hanya dapat untuk proyek khusus saja, atau hubungan bisnis yang berkelanjutan seperti perusahaan patungan Sony Ericsson. Ini terbalik dengan persekutuan strategi, yang tak melibatkan taruhan keadilan oleh pesertanya, dan susunannya kurang begitu sulit.

Perusahaan patungan umum pada industri migas, dan sering merupakan badan hukumantara perusahaan setempat dan asing (sekitar 3/4 internasional). Perusahaan patungan sering tampak sebagai alternatif bisnis yang amat bisa berjalan terus dalam sektor ini, karena perusahaan ini dapat menyempurnakan perlengkapan kecakapan sementara perusahaan ini menawarkan keberadaan geografis pada perusahaan asing. Berbagai studi menunjukkan tingkat kegagalan 30-61%, dan 60% gagal untuk memulai atau berangsur bubar dalam 5 tahun. (Osborn, 2003) Juga diketahui bahwa perusahaan patungan di negeri yang perkembangannya rendah menunjukkan ketakstabilan besar, dan perusahaan patungan yang melibatkan mitra pemerintah memiliki kemungkinan besar untuk gagal (perusahaan swasta tampak lebih terlengkapi untuk mendukung kecakapan penting, jaringan pemasaran, dll).


TEORI

Usaha Patungan (Joint Venture)

Usaha patungan adalah aliansi strategis di mana dua atau lebih pihak, biasanya bisnis, membentuk kemitraan untuk berbagi pasar, kekayaan intelektual, aset, pengetahuan, dan, tentu saja, keuntungan.
Perusahaan patungan berbeda dari merger karena tidak ada pengalihan kepemilikan dalam kesepakatan tersebut.

Kemitraan ini bisa terjadi antara goliat di industri. Cingular, misalnya, adalah aliansi strategis antara SBS dan Bellsouth. Hal ini juga dapat terjadi antara dua usaha kecil yang percaya bahwa kemitraan akan membantu mereka berhasil melawan pesaing mereka yang lebih besar.

Perusahaan dengan produk dan layanan identik juga dapat bergabung untuk menembus pasar yang tidak dapat atau tidak dapat mereka pertimbangkan tanpa menginvestasikan sumber daya yang luar biasa. Selanjutnya, karena peraturan daerah, beberapa pasar hanya bisa ditembus melalui joint venturing dengan bisnis lokal.

Dalam beberapa kasus, sebuah perusahaan besar dapat memutuskan untuk membentuk usaha patungan dengan bisnis yang lebih kecil untuk segera memperoleh kekayaan intelektual, teknologi, atau sumber daya penting yang jika tidak sulit diperoleh, bahkan dengan banyak uang tunai yang mereka miliki.

Bagaimana Pekerjaan Patungan?

Proses kemitraan adalah prinsip yang terkenal dan telah teruji waktu. Aspek penting dari usaha patungan tidak terletak pada proses itu sendiri, melainkan dalam pelaksanaannya. Kita semua tahu apa yang perlu dilakukan: secara khusus, perlu bergabung. Namun, mudah untuk mengabaikan "hows" dan "whats" dalam kegembiraan saat ini dengan kemitraan baru ini.

Kita akan melihat "petunjuk" dalam tinjauan kita tentang faktor-faktor penting keberhasilan. Untuk saat ini, mari kita ingat bahwa semua merger, besar atau kecil, perlu direncanakan secara rinci dan dilaksanakan setelah mengikuti rencana yang ketat untuk menjaga semua peluang kesuksesan di pihak Anda.

The "whats" harus tercakup dalam kesepakatan hukum yang akan dengan hati-hati mencantumkan pihak mana yang membawa aset (berwujud dan tidak berwujud) ke usaha patungan tersebut, serta tujuan aliansi strategis ini. Meskipun perjanjian perjanjian usaha patungan dapat segera ditemukan di Internet, saya sarankan Anda mencari saran hukum yang tepat saat memasuki hubungan bisnis semacam itu.

Ciri-Ciri Joint Venture

Ciri-ciri dari gabungan perusahaan atau joint venture ini diantaranya meliputi:
1. Perusahaan baru yang didirikan oleh beberapa perusahaan lain secara bersama-sama,
2. Di Indonesia, Joint venture merupakan kerjasama antara perusahaan domestik dan asing,
3. Modalnya berupa saham yang diperloheh atau disediakan oleh perusahaan pendiri dengan perbandingan tertentu dari setiap perusahaannya,
4. Kekuasaan dan hak suara didasarkan pada banyak saham masing-masing perusahaan pendiri,
5. Kekuasaan dan hak suara didasarkan pada banyak saham masing-masing perusahaan pendiri,
6. Perusahaan pendiri Joint venture tetap memiliki eksistensi dan kebebasan masing-masing,
7. Resiko ditanggung secara bersama-sama antara masing-masing partner melalui perusahaan yang berlainan.


Kelebihan Joint Venture

Kelebihan dari Joint Venture diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Sekutu lokal lebih memahami tentang keadaan lingkungan dimana perusahaan Joint Venture didirikan seperti misalnya adat istiadat, kebiasaan dan Lembaga kemasyarakatan dilingkungan setempat.
2. Sekutu lokal mungkin memilki teknologi yang cocok untuk lingkungan setempat.
3. Akses kepasar modal negara tuan rumah dapat dipertinggi oleh hubungan dan reputasi sekutu lokal.

Kekurangan Joint Venture

Kekurangan dari Joint Venture diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Jika salah dalam memilih sekutu maka akan meningkatkan resiko politik yang dihadapi.
2. Adanya harga transfer produk atau komponen akan menimbulkan konflik kepentingan antara kedua belah pihak.
3. Dapat terjadi perbedaan pandangan antara sekutu lokal dengan perusahaan.


ANALISIS

Faktor PMA wajib mengadakan usaha patungan (Joint Venture) dengan perusahaan domestic dikarenakan usaha ini tergolong sangat penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak. Namun disisi lain, terdapat bidang-bidang yang dilarang untuk penanaman modal asing yaitu yang berkaitan dengan pertahanan Negara seperti misalnya, produksi alat-alat peledak, mesiu, senjata dan peralatan perang.

Objek dari kontrak Joint Venture adalah adanya kerja sama patungan antara perusahaan penanaman modal asing (PMA) dengan warga Negara Indonesia dan/atau bahan hukum Indonesia.
Pihak-pihak yang terkait dalam kontrak Joint Venture adalah perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan badan hukum Indonesia atau warga Negara Indonesia. Badan hukum Indonesia ini meliputi BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), perusahaan PMDN, perusahaan Non-PMA/PMDN, Koperasi dan perusahaan PMA.


REFERENSI

https://id.routestofinance.com/joint-venture-101-grow-your-business-with-joint-venture
https://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_patungan
http://www.akuntansilengkap.com/bisnis/pengertian-joint-venture-ciri-ciri-contoh-serta-kelebihan-dan-kekurangannya/


Pilihan Strategis dalam memasuki Strategi Perluasan Pasar


PENDAHULUAN

Jika bisnis sudah bisa dikatakan berjalan, maka langkah selanjutnya adalah memperluas pangsa pasar.
Memperluas pangsa pasar bisa dikatakan memperbesar bisnis kita. Hal ini dikarenakan jika pangsa pasar meningkat, maka tentu permintaan akan meningkat, kemudian jumlah produk yang dihasilkan juga harus meningkat, termasuk juga tenaga produksi akan meningkat.

Disinilah terkadang pengusaha mengambil langkah singkat dengan kredit mikro. Namun, tentu, pilihan ada ditangan kita namun yang terbaik adalah mencoba dengan kemampuan sendiri termasuk dengan modal.


TEORI

Strategi Perluasan Pasar adalah Sebuah strategi pertumbuhan di mana sebuah organisasi target produk yang sudah ada ke pasar baru, pengembangan pasar dengan menargetkan pasar geografis baru, segmen demografis atau psikografis baru, atau pengguna benar-benar baru.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pangsa pasar, yaitu;

Enam Strategi Memperluas Pangsa Pasar

1. Tambahkan produk serta layanan baru
Terdengar sederhana, hanya menambah produk dan layanan baru. Namun, untuk menjalankan strategi ini dengan serius, dibutuhkan kerja keras. Kita harus tahu produk dan layanan apa yang konsumen inginkan.

Selain itu, berapa banyak dari mereka yang mau membayar untuk jumlah produk dan layanan baru ini. Selanjutnya, apakah kita mampu memenuhi permintaan mereka atau tidak.

Agar tidak hanya berangan-angan, riset pasar perlu dilakukan untuk mengetahui apa yang diinginkan pasar serta berapa jumlahnya.


2. Menjual Produk dan Layanan Pada Pelanggan yang Sudah Ada dengan Peningkatan Jumlah

Disini kita akan memerlukan sebuah analisis segmentasi pasar guna mengidentifikasi segmen konsumen yang membeli paling banyak.

Dengan cara ini, maka kita bisa meningkatkan jumlah penjualan kepada konsumen yang sudah ada. Selanjutnya, kita akan fokus pada penjualan serta strategi pemasaran yang fokus di segmen ini. Strategi ini juga terdengar mudah namun cukup sulit mengimplementasikannya jika tidak dengan analisis segmentasi pasar.


3. Lebarkan Pasar ke Daerah Baru
Di sini, kita akan mencari pelanggan baru potensial. Kita juga membutuhkan riset lapangan disini agar produk yang dijual akan diterima oleh pelanggan baru. Di sini, kita akan melakukan riset pasar untuk menentukan daerah mana yang akan menjadi target pasar.

Jika dimungkinkan potensinya besar, maka langkah selanjutnya adalah memilih lokasi strategis untuk memasarkan produk kepada pelanggan baru sedekat mungkin. Kita akan melakukan beberapa strategi membangun bisnis dari awal.


4. Targetkan Pasar Serta Pelanggan Baru
Biasanya, pebisnis akan memasarkan produknya berdasarkan demografi tertentu seperti usia, lokasi, jenis kelamin atau psokografis seperti aktivitas, minat juga nila-nilai tertentu.

Namun, jika hanya itu, tentu kita tidak akan mendapatkan pelanggan baru yang lebih banyak. Pastinya masih ada lagi pelanggan baru yang bisa memanfaatkan produk kita. Cobalah iklankan atau pasarkan produk secara dengan media yang tepat serta waktu yang tepat pula.


5. Masuk Pada Sistem Penjualan Baru
Strategi ini menuntut kita untuk memasuki dunia bisnis baru yakni ke pemasaran online. Sudah banyak bukti toko kecil kemudian beralih menjadi besar saat ia berhasil memanfaatkan teknologi dan sistem pemasaran online.

Dengan media dan strategi online marketing yang baik, maka kita bisa meningkatkan penjualan tanpa batasan ruang dan waktu. Selanjutnya, kita akan mencoba sistem delivery yang baru baik dengan armada sendiri atau dengan jasa pengiriman barang.

Selain itu, peningkatan SEO (Search Engine Optimization) juga diperlukan untuk memudahkan pelanggan dunia maya menemukan produk kita.


6. Mengambilalih Bisnis Lain
Ya, jika bisnis dipandang masih kurang memiliki jumlah pasar atau kita ingin benar-benar menjangkau pasar yang lebih luas, sudah bisa dipastikan bahwa dengan mengambil alih perusahaan atau bisnis orang lain maka jumlah pelanggan kita otomatis akan meningkat.

Sebagai contoh, Facebook ingin meningkatkan jumlah pelanggan dan mengurangi pesain maka pihak Facebook kemudian membeli Instagram serta Whats App. Dengan begitu, pelanggan Instagram dan Whats App sudah otomatis menjadi pelanggan perusahaan Facebook.

Dari berbagai cara di atas, kita sudah bisa memetakan bagaimana perusahaan bisa mengembangkan atau meningkatkan jumlah pelanggan sehingga peluang untuk mendapatkan penghasilan yang lebih banyak juga akan meningkat.

Pada tahapan ini, kita memang memiliki pilihan bagaimana mendapatkan modal untuk mengembangkan pasar. Bisa saja ada pihak yang akan menawarkan kredit mikro kepada kita. Tentu, pilihan di tangan kita. Yang jelas, kita memerlukan 6 poin di atas untuk meningkatkan jumlah pelanggan secara signifikan.


ANALISIS

Strategi perluasan pasar merupakan strategi pertumbuhan di mana organisasi target produk yang ada pasar baru; pengembangan pasar dengan menargetkan pasar geografis baru, segmen demografis atau psychographic. Manna Collection merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang pendistribusian barang-barang rohani. Permasalahan yang kami teliti adalah penerapan strategi penjualan untuk memperluas pangsa pasar dan pola kerja wiraniaga, yaitu menetapkan siklus kunjungan wiraniaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menetapkan strategi penjualan untuk memperluas pangsa pasar dan menciptakan pola kerja wiraniaga supaya berfungsi secara maksimal. Adapun metode penelitian yang kami gunakan adalah metode penelitian riset eksploratif. Hasil analisa berdasarkan penelitian yang kami lakukan adalah strategi penjualan Manna Collection kurang maksimal dalam memperluas pangsa pasar, hal ini terbukti dengan banyaknya pangsa pasar baru yang belum dijangkau dan kurang efektifnya pola kerja wiraniaga dari Manna Collection.


REFERENSI

https://koinworks.com/blog/strategi-memperluas-pangsa-pasar/
https://www.researchgate.net/publication/39737365_Penetapan_strategi_penjualan_dalam_perluasan_pangsa_pasar_dan_sistem_pola_kerja_wiraniaga_Manna_Collection
http://id.termwiki.com/ID/market_expansion


Pilihan Strategis dalam memasuki Penentuan Posisi Pasar

PENDAHULUAN

Dalam strategi pemasaran perusahaan harus memperhatikan beberapa untuk membuat bisnisnya berhasil bahkan mampu bersaing dengan pesaing atau kompetitor yang ada. Pasar sasaran adalah kegiatan membagi pasar menjadi beberapa kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda. Pasar sasaran ini berbeda dengan segmentasi pasar dimana perusahaan harus bisa menilai serta memilih satu atau lebih segmen pasar yang ada untuk menentukan target pasar yang lebuh spesifik. Pasar sasaran disini memiliki peluang bagi perusahaan untuk menyesuaikan produk sehingga pelanggan potensial akan pisah dengan mudah mengetahui produk atau jasa yang di tawarkan oleh perusahaan.

Pasar sasaran membentuk fokus strategi penentuan posisi, disebut juga Konsep Penentuan Posisi, yaitu manajemen memilih produk (merek) yang berarti, yang diperoleh dari kebutuhan pembeli dalam pasar sasaran. Pemilihan konsep ini memerlukan informasi mengenai keinginan, kebutuhan, dan persepsi konsumen terhadap merek persaingan.


TEORI

Penentuan Posisi Pasar

Kotler dan Armstrong (1997: 249) menyatakan penentuan posisi pasar sebagai perancangan posisi produk dan citra perusahaan sehingga menempati tempat khusus dan dihargai dalam benak pelanggannya. Hermawan Kartajaya dkk. (2003: 51) mendefinisikan penentuan posisi pasar sebagai strategi untuk mengarahkan pelanggan dengan membangun rasa kepercayaan, percaya diri, dan kompetensi untuk pelanggan sehingga menciptakan sebuah eksistensi di benak pelanggan dan memimpin mereka secara kredibel. Posisi produk adalah cara bagaimana produk didefinisikan oleh konsumen atas dasar ciri-ciri penting atau tempat yang diduduki produk dalam benak konsumen relatif terhadap produk pesaing. Proses penetapan posisi produk terdiri atas tiga langkah, yaitu:

a. Mengidentifikasi keunggulan bersaing yang mungkin
Keunggulan bersaing adalah keunggulan terhadap pesaing yang diperoleh dengan menawarkan nilai yang lebih besar kepada konsumen, baik melalui harga lebih murah maupun dengan memberikan manfaat produk yang lebih banyak sehingga sesuai kalaupun harganya tinggi. Perusahaan dapat membedakan penawarannya dari pesaing dengan cara berikut:

1. Diferensiasi produk; perusahaan membedakan fisik produknya. Selain fisik produk, perusahaan dapat membedakan produknya dalam hal kinerja, desain, konsistensi, daya tahan, keandalan, dan kemudahan reparasi.
2. Diferensiasi jasa; perusahaan melakukan pembedaan melalui jasa yang menyertai produk. Dalam hal ini perusahaan melakukan penjualan produk dengan memberikan layanan purna jual mulai dari pendidikan produk, jasa pengiriman, hingga jasa perbaikan produk terhadap konsumennya.
3. Diferensiasi personil; perusahaan memperoleh keunggulan bersaing yang kuat dengan mempekerjakan dan melatih orang-orang yang lebih baik dibanding pesaingnya.
4. Diferensiasi citra; perusahaan bekerja untuk membangun citra yang membedakan mereka dari pesaing.

Citra perusahaan seharusnya menyampaikan sebuah pesan tunggal dan unik yang mengkomunikasikan manfaat dan penentuan posisi utama produk.


b. Memilih keunggulan bersaing yang tepat
Ketika suatu perusahaan menemukan beberapa potensi keunggulan bersaing, perusahaan tersebut harus memilih keunggulan bersaing yang di atasnya dapat dibangun strategi penentuan posisi. Perusahaan harus memutuskan berapa banyak diferensiasi yang akan dipromosikan dan yang mana.

Berapa banyak perbedaan yang dipromosikan; ketika dua atau lebih perusahaan mengklaim dirinya sebagai yang terbaik pada ciri yang sama, adalah penting bagi perusahaan untuk memposisikan dirinya pada lebih dari satu faktor pembeda.

Perbedaan mana yang dipromosikan; tidak setiap perbedaan adalah alat pembeda. Setiap perbedaan memiliki potensi untuk menciptakan biaya sebagaimana keuntungan. Perusahaan harus hati-hati memilih cara yang akan membedakan dirinya dari pesaing.


c. Mengkomunikasikan posisi yang telah dipilih
Setelah menetapkan posisi produknya, perusahaan harus mengambil langkah-langkah pasti untuk mengkomunikasikan posisi yang diinginkan kepada konsumen sasaran. Seluruh upaya bauran pemasaran perusahaan harus mendukung strategi penentuan posisi. Menentukan posisi perusahaan membutuhkan tindakan nyata, bukan sekedar bicara. Jika telah memutuskan untuk membangun posisi pada mutu dan pelayanan yang lebih baik, perusahaan harus menyampaikan posisi itu.


ANALISIS

Keputusan menentukan pasar mana yang akan dilayani merupakan keputusan strategis bisnis yang paling menentukan. Pilihan strategis ini diimplementasikan oleh keputusan manajemen tentang bagaimana bersaing dalam setiap pasar-produk yang diminati. Keputusan pemasaran strategis adalah memilih pembeli mana yang akan dituju dalam setiap pasar-produk dan bagaimana menentukan posisi produk perusahaan untuk setiap pasar sasaran.

Malaysia is Truly Asia. Dalam hal ini, Malaysia ingin membangun kesan dibenak para wisatawan bahwa segala apa yang ada di Asia, dapat ditemukan di Malaysia. Hal ini dimaksudkan apabila datang ke Malaysia, maka akan mendapatkan apa saja yang ada di Asia. Positioning ini tentunya harus disosialisasikan dan dipahami benar oleh segala lapisan masyarakatnya sehingga dapat dilaksanakan secara konsiten. Dengan cara ini, maka pada benak konsumen, mereka akan benar menagakui bahwa Malaysia is truly Asia.

The safest way to travel by taxi adalah hal yang dinyatakan oleh Blue Bird. Taxi Blue Bird yang dengan nyata memposisikan pada benak konsumen bahwa jaminan taxi yang aman adalah dengan memilih Blue Bird. Untuk mencapai posisinya tersebut di benak konsumen, maka seluruh warga Blue Bird baik manajemen maupun operasionalnya pun harus konsisten dengan janjinya ini.


REFERENSI

https://www.gomarketingstrategic.com/penetapan-pasar-sasaran-dan-penentuan-posisi-pasar/
http://hanyajalan.blogspot.com/2016/11/strategi-penetapan-posisi-pasar-sasaran.html
https://kejuruan.porosilmu.com/2015/10/memahami-pengertian-posisi-pasar-dan.html